Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Agustus 2010

My Wife..

dikirimin ini sama suami..kayaknya diambil dari lirik lagu entah siapa..

--berhasil membuat saya berkaca2--

I love you the way you are,
I love you the way you were,

No matter what did or will happen
You are and will be my Darling..

You're my rightful wife, I don’t fear sin..
I don’t care not about those who like to reproach and irritate me..
It is our destiny to be together eternally..

In my heart you instilled love with grace and good deeds..
Happiness vanishes when you disappear,
Life brightens when you're there..

Hard is my day until you return home..
Sadness disappears when you smile..

Life turns black when you're upset,
So I work hard to make your wish come true..

You're my happiness. May you be happy forever..
Our souls are united like soil and plants..

You're my hope, my peace, my good company and inspiration..
Life is good, no matter how hard it is, When you're fine..

Kamis, 25 September 2008

SEJAK ITU RASUL


Ketika seribu tahun pertama
Dipasang api neraka
Semakin keadaannya
Menjadi putih warnanya

Ketika seribu tahun kedua
Menyala api neraka
Bertambah panas keadaannya
Menjadi merah warnanya

Ketika seribu tahun ketiga
Berkobar api neraka
Memuncak panas keadaannya
Akhirnya hitam warnanya

Hitam yang kelamnya bersangatan
Panas yang tak terhitung bilangannya
Besar tak terukur dimensinya
Serta tak pernah padam-padamnya

Sekiranya jahanam terbuka
Seukuran lubang jarum saja
Api yang bocor dari dalamnya
Membakar bumi jadi bubur api

Sekiranya… sekiranya lepas mata rantai
Yang melilit membelenggu neraka
Dan dikalungkan di gunung dunia
Gunung amblas dan berlubang dunia

Demikian kisah Jibril pada Rasul kita
Berita demikian dahsyat mengerikannya
Mereka menangis mencucurkan air mata
Mereka menangis mencucurkan air mata

Sejak itu tak bisa tertawa keras Rasul kita
Sejak itu tak bisa terbahak-bahak Rasul kita

Mengingat dahsyatnya api jahanam
Mengingat bagaimana nasib manusia
Mengingat bagaimana nanti nasib ummatnya

Karya : TAUFIK ISMAIL